Sabtu, 19 Mei 2012

My Story #1 ~ ^^


Trettt.. Trettt ..* suara weker * 

Suara weker yang keras itu membangunkan ku dari tidurku 

"Huaaa" gumamku yang masih setengah sadar 

"TIFFANNY!! CEPAT mandi, hari ini kau akau pergi ke sekolah barumu !!" suruh bundaku 

"Baiklah bunda" kataku. 


-15 menit kemudian- 


"Bunda aku suda siap!!" kataku yang sudah siap memakai seragam putih-biru. 

"Ayo, cepat keluar ayah sudah menunggumu.. On iya, ini bekalmu.. Jangan lupa dihabiskan. Dan untuk uang saku ini, jangan dihabiskan ya!!" jelas bundaku yang memberikanku tupperware untuk bekal, dan uang saku sebanyak 15.000 

"Baiklah " kataku, lalu aku pergi ke depan, terlihat ayahku sudah bersiap untuk mengantarku. 

"Yah, aku sudah siap" kataku 

"Ya sudah, cepat naik!" pinta ayahku. Ayahku pun mengandarai motornya, melintasi jalan, belok kanan, belok kiri.. Ah, entahlah .. 

Tiba tiba ayah memberhentikan motornya di depan sekolah yang besar, terlihat tulisan SMP N 45 JAKARTA di gerbang nya.. 

"Nah, sekarang kita sudah sampai!! Cepat turun!" kata ayahku 

"Baiklah" 

Aku dan ayah pun langsung pergi ke ruang kepala sekolah.. 

"Permisi? Pak, ruang kepala sekolah dimana ya?" tanya ayahku ke pak satpam 

"Di sana" kata pak satpam yang menunjukkan ruangan yang cukup luas itu. 

"Oh, terimakasih" ayah dan aku langsung pergi tanpa menghiraukan pak satpam itu lagi. 

"Permisi" izin ayahku sambil mengetuk pintu ruangan yang tadi dikasih tau pak satpam. 

"Silahkan masuk" terdengar suara menjawab ayahku 

"Bu, ini Tiffanny yang beberapa hari yang lalu mendaftar sekolah di sekolah ini" jelas ayahku 

"Oh? Tiffanny ya? Ayo ikut ibu, kita menuju kelas. Bapak sebaiknya pulang saja, nanti sekolah akan bubar jam 12.15, sebaiknya bapak kembali untuk menjemput Tiffanny" jelas bu kepsek. 

"Baik" jawab ayahku 

"Bu? Kelas ku dimana?" tanyaku 

"Itu di sana, tapi sebaiknya ibu mengantarkan mu ke kelas" 

"Baiklah" 

Aku pun mengikuti bu kepsek sampaim ke kelas yang tadi ditunjuk. 

"Tunggu sebentar" kata bu kepsek itu 

"Iya".. Jawabku 

Bu kepsek masuk ke kelas yang tadinya melaksanakan KBM namun terhenti ketika bu kepsek masuk.. 


"Anak anak.. Kita kedatangan murid baru dari Bandung" jelas bu guru 

"Silahkan masuk" bu kepsek mempersilahkan aku masuk kelas 

"Silahan perkenalkan dirimu" suruh bu kepsek 

"Baiklah bu.." 

"Teman teman.. Nama saya Tiffanny saya indahan dari Bandung. Senang bisa berkenalan dengan kalian" kataku memperkenalkan diri 

"Hmm?? Tiffanny.. Kau duduk di sebelah Jessica" kata bu guru yang menunjukan bangku kosong. 

"Baiklah bu" 

Pelajaranpun dimulai kembali 

-60 menit kemudian- 


Trettt.. Trettt.. *suara bel* 

Bel berbunyi menandakan waktunya istirahat. Setelah guru keluar, banyak anak anak berhamburan ke luar kelas.. 

"Ehh?? Tiffanny!q pangging Jessica 

"Eh? Iya ada apa?? Jess...sii.." Tanyaku, namun terpotong oleh ucapan Jessica 

"Panggil saja aku Sica!! Kau mau ke kantin kan?" tanya Sica ramah 

"Iya.. Tapi aku tidak tau letaknya.. Eh, by the way, panggil aja aku Fanny" kataku sambil tersenyum 

"Ya sudah, bareng aja yuk, kebetulan teman mainku lagi sakit, jadi tidak bisa sekolah. Oh, iya sipp?? Fanny" kata Sica 


-@ Kantin- 

"Ehh,, liat deh anak baru itu sok banget yah" kata seseorang yang melihat ke arahku-aku tdk tau siapa- dgn suara agak keras 

"Iya yaa.. Anak baru aja sombong" kata murid lain yang di sebelahnya.. 

Aku tidak menghiraukan mereka dan langsung memesan makanan. 

"Eh, tadi itu siapa?" tanyaku penasaran 

"Tadi yang bilang kayak gitu? Itu Devi and the gang" kata Sica, lalu memesan makanan. 

"Oh.." kataku 

"Mereka itu emang nyebelin. Jadi, jangan dihirauin yaa" kata Jessica. 

Tiba tiba ada anak laki laki yang lewat di depan aku dan Sica. 

Aku memperhatikannya.. *Ahh, sungguh tampan* batinku. Aku pun memperhatikannya terus.. Sampai dia menghilang saat berbelok. 

"Heyy!! Fanny? Kau kenapa? Melamun saja kau!" kata Sica yang membuarkan lamunanku 

"Ah~... Ttii.. Ddaakk,, apa apa.. " kataku gugup. 

"Ah, yasudah lah .." 

Aku dan Sica pun melanjutkan memakan makananya.. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar